Kamis, 13 Desember 2018

Naskah Drama : DEWI MASYITOH

DEWI MASYITOH Karya: Puthut Buchori 001.Lagu Para Pekerja Ya Allah yang esa, zat yang bijaksana kami kaum pekerja, miskin papa selalu dihina dan kerja paksa namun kami tetap mengagungkan nama-Mu Allahuakbar, Allahuakbar, Allahuakbar kami bekerja atas nama-Mu Bismillah, Bismilllah, Bismillah kami bekerja dijalan-Mu selalu Alhamdulillah kami masih mendapat Anugerah sehat-Mu Ya Allah yang Khaliq, yang maha penyayang segala puji bagi-Mu kami makhluk dan akan hanya menyembah-Mu dalam sakit, dalam gembiraku DI TENGAH KAUM PEKERJA YANG SEDANG MENJALANI KERJA PAKSA, MASYITOH DAN PUTRI FIRAUN MENYAKSIKAN PARA PEKERJA ITU DICAMBUK, DISIKSA UNTUK BEKERJA PAKSA DEMI CITA-CITA DUNIAWI RAJA FIRAUN. 002.MASYITOH : Lihatlah putri, para pekerja itu, dicambuk, ditendang bagai binatang-binatang, hanya demi cita-cita duniawi yang hanya sesaat. 003.PUTRI FIRAUN : Apa artinya ibu Masyitoh ? 004.MASYITOH : Artinya segala sesuatu yang ada didunia ini hanya sesaat belaka, hidup di dunia hanya sementara. Kelak setelah kita mati, baru akan kekal di akhirat. 005.PUTRI FIRAUN : Akhirat itu apa ? 006.MASYITOH : Adalah alam setelah kita mengalami penantian di alam kubur. Alam setelah kita dihisab, dihitung amal kebaikan kita, dan pebuatan-perbuatan dosa kita. 007.PUTRI FIRAUN : Apakah para budak, hamba-hamba ayahanda Firaun itu juga ikut akan dihitung. 008.MASYITOH : semua, semua akan mendapat perlakuan yang sama. 009.PUTRI FIRAUN : Sama ? 010.MASYITOH : Ya sama, semua orang adalah sama di hadapan Allah. 011.PUTRI FIRAUN : Allah ? PARA PEKERJA PERLAHAN-LAHAN MENINGGALKAN PANGGUNG. TINGGAL MASYITOH DAN PUTRI FIRAUN. 012.PUTRI FIRAUN : Allah ? Allah itu siapa sih ibu ? 013.MASYITOH : Allah adalah… 014.PUTRI FIRAUN : Siapa ibu ? 015.MASYITOH : ( MENYANYI SAMBIL MENYISIR RAMBUT PUTRI FIRAUN) Allah adalah penguasa semesta pencipta langit dan bumi penguasa siang dan malam yang menentukan hidup dan mati seseorang Allah adalah zat yang harus disembah hanya kepada Dia kita patut menyerah hanya oleh Dia kita bisa kalah hanya Allah tujuan kita beribadah 016.PUTRI FIRAUN : Oh begitu ? Jadi Allah itu adalah nama lain dari ayahanda Firaun? SISIR MASYITOH TIBA-TIBA TERLEPAS DARI TANGAN DAN JATUH KE LANTAI. 017.MASYITOH : Inalillahi wa ina ilaihi roji’un (SAMBIL MEMUNGUT SISIR YANG JATUH) Bukan… 018.PUTRI FIRAUN : Bukan ? 019.MASYITOH : Ya, bukan! Ayahandamu Firaun bukanlah Allah, karena tidak ada sekutu bagi Allah, Allah itu esa, tunggal. Sedangkan ayahandamu Firaun adalah manusia biasa, seperti hanya kita, di depan Allah sama derajatnya dengan kaum pekerja. 020.PUTRI FIRAUN : Ibu jangan sembrono, nanti kalau ayahanda mendengar, beliau pasti akan murka. Apa ibu tidak takut. 021.MASYITOH : Yang patut di takuti manusia hanyalah Allah, dan bukan siapa-siapa. 022.PUTRI FIRAUN : (MARAH & MEMBENTAK) Ibu ! 023.MASYITOH : Ibu telah terlanjur berbicara nak, dan ibu memang harus berbicara, karena memang itulah kebenarannya. 024.PUTRI FIRAUN : Tidak ! Aku akan melapor ayah ! (PUTRI FIRAUN LARI KELUAR PANGGGUNG UNTUK MELAPOR AYAHNYA: RAJA FIRAUN) Ayah !…. TIBA-TIBA BEBERAPA ORANG PASUKAN PENGAWAL FIRAUN MENYERBU MASUK RUANGAN YANG DIPAKAI MASYITOH DAN PUTRI FIRAUN. 025.PENGAWAL 1 : Mana Pemberontaknya ? 026.PENGAWAL 2 : Di mana Penghasutnya ? 027.PENGAWAL 3 : Di mana penyusup yang telah memnggangu tuan putri ? 028.PENGAWAL 1 : Ibu Masyitoh. Tahukah kamu orang yang mengganggu tuan putri? 029.PENGAWAL 3 : Katanya penyusup itu ada di ruangan ini ! 030.PENGAWAL 2 : Tunjukkan bu, biar aku cincang dan aku hajar dia ! 031.MASYITOH : (BERBICARA RAGU RAGU) Kalau yang dimaksud sebagai penghasut… adalah orang… yang telah menyamakan Baginda raja Firaun… dengan orang lain…. (TEGAS) Akulah orangnya. 032.PR PENGAWAL : Apa ? 033. MASYITOH : Akulah orang yang tidak percaya kalau Firaun itu adalah tuhan ! FIRAUN DAN PUTRINYA MUNCUL DIIRING DAYANG-DAYANG. 034.FIRAUN : Kurang ajar, keparat ! (Lagu Firaun) Hai budak hina dina budak yang tak tahu di untung kuberi posisi yang enak di kerajaanku kupenuhi banyak kebutuhan hidupmu bahkan aku layakkan kemanusiaanmu tetapi kau malah tidak percaya aku penentu sederajatmu Hai budak keparat beraninya kau menghina rajamu kurang ajarnya kamu menghina tuhanmu ! 035.MASYITOH : Karena engkau memang bukan tuhanku. 036.FIRAUN : Hei Masyitoh ! engkau kurang ajar, beraninya kau berkata seperti itu ! Akan kuhukum kamu ! 037.MASYITOH : Aku tidak takut hukumanmu, itu hanya hukum dunia, yang aku takut adalah hukuman Allah, hukuman akhirat ! 038.FIRAUN : Sudah tinggi pitamku, masih saja engkau berani membanyol ! 039.PUTRI FIRAUN : Ibu, perbaikilah kata-kata ibu, sebelum ayahanda benar-benar murka ! 040.MASYITOH : Putri, ini bukanlah sekedar kata-kata, tetapi ini adalah suatu kebenaran yang harus ditegakkan. 041.PUTRI FIRAUN : Ibu, sudahlah, akhiri pertengkaran ini, aku masih dapat untuk membujuk ayah, bila ibu mau tunduk dan patuh pada perintah ayah. 042.MASYITOH : Tidak putri, ini sudah keputusan ibu, ini sudah pilihan ibu. 043.FIRAUN : Pilihanmu adalah siksa, dan akan aku kabulkan pilihanmu. Pengawal !! Siapkan tungku raksasa !! Seret juga keluarga Masyitoh untuk dihukum. 044.PUTRI FIRAUN : Ayah !! kenapa harus seberat itu. (KEPADA MASYITOH) Ibu maafkan aku ibu, aku tak tahu kalau akan sampai begini jadinya. 045.FIRAUN : Sudah ! diamlah Putri ! ini akan menjadi pelajaran semua orang, bahwa siapa saja yang membangkan akan mendapat hukuman ! (KEPADA ORANG-ORANG) Rakyatku, menghadaplah, aku akan memberi peringatan kepada kalian. BEBERAPA ORANG BERDUYUN-DUYUN MENUJU TEMPAT HUKUMAN. 046.FIRAUN : (LAGU FIRAUN) Rakyatku semua, lihatlah contoh pengkhianatan, saksikan contoh pengingkaran. Budakku yang bernama masyitoh telah membangkang, tidak mengakui kalau aku adalah tuhan, yang menguasai kalian, yang menentukan hidup dan mati kalian. Dan bagi siapa saja yang mengikuti jejak masyitoh, akan bernasib sama, mampus di tungku raksasa. 047.RAKYAT : Ampun tuanku…. 048.FIRAUN : Bagaimana masyitoh ? apakah kamu masih keras kepala ? Dengan disaksikan rakyatku, aku masih akan memberi kesempatan kepadamu ? 049.PUTRI FIRAUN : Ayolah ibu, minta ampun kepada ayahanda Firaun. 050.MASYITOH : Tidak ! keputusanku sudah bulat, pilihanku sudah benar. Tuhanku hanya Allah, tempat aku menyembah, tempat aku berserah. Tidak ada tuhan lain selain Allah. 051.FIRAUN : Allahmu itu siapa, kok begitu hebatnya mau melawan aku, kok berani memusuhiku. 052.MASYITOH : (LAGU MASYITOH) Allah adalah yang menciptakan kita, yang mencipta bumi tempat kita berpijak, yang mengganti siang dan malam, dan yang menentukan hidup dan mati kita. 053.FIRAUN : Tidak bisa ! akulah yang menentukan hidup dan mati seseorang, aku yang memberi wewenang, seseorang itu boleh hidup atau harus mati. Seperti nasibmu sebentar lagi, kalau engkau tetap membangkang, maka kuputuskan engkau mati hari ini. 054,MASYITOH : Astagfirullahaladzim. Engkau sudah benar-benar keterlaluan Firaun, engkau telah dengan sombong menyekutukan Allah. 055.FIRAUN : Mana Allahmu itu, suruh kemari, akan kutantang dia. 056.MASYITOH : Allah tidak tampak di sini, Namun ada di sini, sedekat cinta kita kepadaNYA, sedekat hati kita begitu kita serahkan hidup kepadaNYA. Allah itu dekat ketika kita menginginkan Beliau dekat, dan jauh ketika kita menginginkan jauh. 057.FIRAUN : Jauh dekat, jauh dekat, omong kosong. 058.MASYITOH : Karena memang itu kenyataannya. 059,FIRAUN : Kenyataan apa ? 060.MASYITOH : Kenyataan bahwa aku tidak takut kepada orang yang menyekutukan Allah, karena Allah sangat dekat denganku saat ini. 061.FIRAUN : Dan kau bersama Allahmu itu tidak takut ketika aku godog di atas tungku raksasa ? 062.MASYITOH : Insya Allah, Tidak ! 063.FIRAUN : Juga engkau tidak takut ketika anak-anakmu, suamimu, turut aku godog sampai melepuh ditungku raksasa ? 064.MASYITOH : Insya Allah, Tidak ! PENGAWAL MEMBAWA MASUK ANAK DAN SUAMI MASYITOH. 065.SUAMI : Alhamdulillah. Alhamdulillahirrobbil’alamin, engkau masih tabah pada pendirianmu, engkau masih mencintai Allah. 066.FIRAUN : Nah sekarang sudah lengkap, dan akan lengkap pula penderitaanmu Masyitoh. 067.MASYITOH : Aku bahagia. 068.FIRAUN : Engkau tidak takut sedikitpun ketika anak-anakmu ini aku jadikan sop tanpa bumbu ? 089.ANAK : Jangan takut ibunda, anakmu juga rela mati untuk menegakkan ajaran Allah. 090.MASYITOH : Anakku, Alhamdulillahhirrobbil’alamin. 091.ANAK : Aku rela berkorban ibu, aku ikhlas, aku tidak takut. 092.FIRAUN : Husy ! cerigis ! 093.ANAK : Aku tidak takut padamu firaun, sebab engkau raja yang lalim. yang kutakuti hanyalah Allah. 094.FIRAUN : (SEMAKIN MARAH) Kurang ajar, diam ! 095.PUTRI FIRAUN : Ayah sabar. (KEPADA MASYITOH) ibu Masyitoh sadarlah ibu.. 096.MASYITOH : Maafkan kami putri, untuk masalah ini kami tak bisa tinggal diam.. 097.FIRAUN : (SEMAKIN MARAH) Diam kataku !!! SUATU KEJUTAN, BAYI MASYITOH BISA BICARA. 098.BAYI : Kita jangan bisa diam ibu, kita harus terus menyerukan asma Allah, kita harus terus menerus menegakkan ajaran Allah. 099.PENGAWAL 1 : Bayi bisa bicara ? 100.ORANG 1 : Inikah tanda-tanda kebenaran masyitoh. 101.ORANG 2 : Inikah keajaiban Allah. 102.ORANG 3 : Ya Allah, engkau maha besar. 103.ORANG 4 : Sungguh-sungguh mukjizat. 104.FIRAUN : Jangan percaya, itu sihir ! 105.BAYI : Ini bukanlah sihir, ini kebenaran. kalau engkau memang ingin menghukum kami karena kebenaran, hukumlah kami, kami akan tetap pada pendirian. 106.MASYITOH : Alhamdulillah, anakku… 107.BAYI : Kami hanya mengakui bahwa Allah Tuhan kami, tidak ada yang lain yang akan kami sembah selain Allah. Kebenaran akan selalu menang. meskipun kami kalah di duniamu, tetapi kami akan memenangkan kebenaran ini di dunia Allah, di akhirat. Ya Allah kami mohon restu-Mu, karuniailah rahmat dan hidayah-Mu, amin. 108.KEL.MASYITOH : Amin, Ya robbal ‘alamin, semoga Allah merestui. 109.FIRAUN : Bakar mereka sekarang juga ! SEMENTARA ORANG-ORANG TERTEGUN MENYAKSIKAN KEBENARAN, PARA PENGAWAL FIRAUN MEMASUKKAN MASYITOH DAN KELUARGNYA DI ATAS TUNGGU RAKSASA YANG APINYA MENYALA-NYALA. MASYITOH DAN KELUARGA MENGHADAPI KEMATIAN ITU DENGAN SENYUM. (LAGU ORANG ORANG) Ya Allah, ya Tuhan segala makhluk Api itu telah berkobar menyala Siap menerkam yang mendekatnya Siap melahap siapa saja Namun karna keagunganMu Ibu Masyitoh tersenyum bangga Namun karna ridhoMu Keluarga masyito tabah menghadapi cobaan in Ya Allah, Ya Tuhan yang maha di raja Sejukkanlah hati masyitoh Yang terbakar kobar kemarahan firaun Ya Allah yang maha sejuk, sejukkanlah segala ummat… FIRAUN TERDUDUK DIAM. 110.PUTRI FIRAUN : Ibu masyitoh !! (Lagu Putri Firaun) Ibu Masyitoh yang suci kau hadapi kematian dengan senyum kemenangan kau hadapi siksaan firaun dengan kebanggaan karena memang kebenaran yang kau yakini pilihan jalan yang kau lalui adalah jalan Ilahi jalannya yang suci kau tebar wangi surga sampai kini karna memang itulah wanginya hati dan jihadmu wanginya jiwa, karena keluhuranmu ibu masyitoh, selamat jalan surga telah menantimu Selesai. Wasslamu’alaikum wr. wb. Puthut Buchori [mementaskan naskah drama ini harus ada pemberitahuan kepada penulis] --- 04.20” * 28 mei 2003--- Tentang Puthut Buchori Nama Lengkap Puthut Buchori Ali Marsono, Kelahiran 6 September 1971. Alumni Jurusan teater ISI Yogyakarta, Selain Menjadi Direktur Artistik Bandungbondowoso ready on stage, Juga direktur Artistik di Teater MASA Jokjakarta, Perfomer Artist Post Punk Perfomance, dan bekerja secara freelance pada beberapa kelompok kesenian. Saat ini aktif menjadi konseptor dan pemimpin redaksi Underground Buletin Sastra ASK [Ajar Sastra Kulonprogo]. Berteater sejak kelas satu SMP di teater JIWA Yogyakarta pimpinan Agung Waskito ER. Telah Berproses teater lebih dari 100 repertoar, baik sebagai sutradara, pemain, tata artistik maupun tata lampu. Pernah membina kelompok teater, antara lain : Teater MAN Yogyakarta 1, Teater Puspanegara SMUN 5 Yogyakarta, SMUN 1 Depok Sleman Yogyakarta, Teater Cassello SMUN 1 Wates Kulonprogo Yogyakarta, Teater Thinthing Wates Kulonprogo Yogyakarta, SMU Kolese GONZAGA Jakarta (event tertentu), Kolese LOYOLA Semarang Jateng (event Tertentu). Teater Sangkar UPN Veteran Yogyakarta, Teater RAI ISI Yogyakarta, Teater DOEA KATA ISI Yogyakarta, dan saat ini sedang merintis kelompok teater di Wates Kulonprogo Yogyakarta. Tinggal di Gowongan Kidul Jt3/412 Yogyakarta, HP. 08179417613, e-mail:masa_teater@yahoo.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar